UMBULHARJO (KONI YOGYA) - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Yogyakarta berbagai banyak program pembinaan olahraga di wilayahnya saat menerima kunjungan pengurus KONI Kota Madiun pada Jumat (25/9/2026). Dalam diskusi tersebut kedua induk organisasi olahraga prestasi ini memfokuskan diri pada upaya dalam meningkatkan prestasi atlet melalui perencanaan Kelas Khusus Olahraga (KKO).
Dalam kunjungan kali ini, rombongan KONI Kota Madiun dipimpin langsung Ketua Umumnya Dr Edwin Susanto MTh, didampingi sejumlah unsur pimpinan, serta sejumlah pengurus dari berbagai bidang. Rombongan tersebut disambut oleh Wakil Ketua Umum I KONI Kota Yogyakarta, Dr Or Mansur MS, Wakil Ketua Umum II Aji Karnanto SE MM, Sekretaris Umum Drs Yunianto Dwisutono, serta sejumlah pengurus lainnya.

Sekretaris Umum Drs Yunianto Dwisutono dalam kesempatan tersebut menyambut baik atas kunjungan KONI Kota Madiun ke KONI Kota Yogyakarta untuk berdiskusi mengenai pembinaan olahraga, khususnya membahas program pelajar termasuk KKO. "Dari kegiatan tersebut diharapankan didapat pelajaran-pelajaran positif untuk memajukan prestasi atlet di masing-masing daerah agar bisa mencapai level nasional atau bahkan internasional," terangnya.

Demi menggelar program KKO di daerahnya, KONI Kota Madiun, sebelum menggelar kunjungan ke KONI Kota Yogyakarta terlebih dahulu berkunjung ke sejumlah instansi terkait, mulai dari SMP Negeri 13 Kota Yogyakarta, SMA Negeri 4 Kota Yogyakarta, dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Dengan kunjungan tersebut KONI Kota Madiun berharap bisa mempelajari program KKO yang telah dilaksanakan di Kota Yogyakarta.

Menurut Ketua Umum KONI Kota Madiun, Dr Edwin Susanto MTh, program KKO menjadi perhatian KONI Kota Madiun karena berkaitan dengan upaya peningkatan prestasi atlet melalui pembinaan olahraga yang terintegrasi dengan pendidikan. "Kalau untuk kunjungan ke SMP Negeri 13 dan SMA Negeri 4 Kota Yogyakarta diarahkan untuk melihat pelaksanaan KKO-nya, sedangkan ke UNY dan KONI Kota Yogyakarta menjadi bagian dari upaya memperoleh gambaran mengenai pengembangan serta pembinaan olahraga terkait KKO," jelasnya.

Terkait keterkaitan program KKO dengan KONI kota Yogyakarta, Anggota Bidang Binpres KONI Kota Yogyakarta, Dr Cukup Pahala Widi SPd MOr menjelaskan, untuk program KKO sejatinya adalah ranah dari Diknas dan Dispora, sedangkan untuk keterlibatan KONI hanya pada pembinaannya. "Karena atlet-atlet yang tergabung di KKO adalah hasil pembinaan dari Pengkot Cabor anggota KONI. KONI di sini bertindak sebagai fasilitator untuk pembinaan di usia-usia muda pelajar," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Cukup juga memaparkan program pembinaan dan penghargaan yang selama ini telah dijalankan KONI Kota Yogyakarta dimana dalam pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) terbagi atas tiga kelompok, yakni atlet, peltih dan wasit/juri. "Untuk atlet ada bantuan untuk mengikuti event nasional dan internasional, untuk pelatih dan wasit juri tenaga teknis, bantuan untuk mengikuti sertifikasi, demikian juga untuk pelatih," paparnya.

Sementara itu untuk pengembangan dan pembinaan bagi anggota, dalam hal ini Pengkot Cabor, KONI Kota Yogyakarta juga menyiapkan bantuan anggaran untuk pelaksanaan kejuaraan-kejuaraan tingkat Kota Yogyakarta. "Selama ini ada eveny Wali Kota Cup ataupun Kejurkot, meskipun saat ini memang belum semua cabor karena keterbatasan anggaran," tegasnya.(BMH)